Pemilihan & Pengolahan Tanah Liat di Pembuatan Batu Bata

Pemilihan & Pengolahan Tanah Liat di Pembuatan Batu Bata

Pemilihan & pengolahan tanah liat di industri pembuatan batu bata merah wajib diperhatikan oleh pengrajin. Beragamnya jenis tanah untuk batu bata kadangkala membingungkan pengusaha pemula. Dalam artikel ini, kami akan menjelaskan jenis tanah yg cocok untuk bata merah.

Batu bata merah merupakan salah satu bahan dasar dalam membuat tembok/dinding rumah, gedung atau jenis bangunan lain yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia. Anda bisa membeli batu bata merah press, expose atau interlock kualitas super harga jual murah dari produsen bata merah Garut, Alam Jaya.

Pabrik batu bata terbaik di Garut tersebut mendapati permintaan batu bata yang terus meningkat dari waktu ke waktu. Kegunaan batu bata sangat penting dalam proses membangun rumah baru maupun merenovasi rumah yang sudah lama. Oleh karena itu, usaha pembuatan batu bata merupakan salah satu peluang bisnis yang menjanjikan.

Agar dapat mencapai kesuksesan dalam bisnis produksi bata merah, maka anda perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut dalam proses bikin bata.

Jenis Tanah

Tanah grumusol

Tanah grumusol tidak digunakan untuk membuat batu bata karena memiliki tekstur tanah yang kering dan mudah pecah, terutama saat musim kemarau. Ketika dibuat menjadi batu bata, maka dikhawatirkan batu bata memiliki kekurangan berupa mudah patah (getas). Warna tanah grumusol adalah hitam.

Tanah grumusol selanjutnya disebut dengan istilah vertisol. Nama grumusol diusulkan oleh Oakes dan Y. Thorp (1950). Istilah grumusol berasal dari kata gromus (gumpal keras) karena dapat membentuk gumpalan besar dan keras pada musim kering. Nama-nama lain untuk jenis tanah vertisol (grumusol) adalah tanah margalite (Indonesia), regur (India), black cotton soils (USA), vlei soil (Afrika Selatan) dan gilgai (Australia).

Tanah latosol/laterit

Tanah latosol/laterit ialah jenis tanah yang memiliki warna merah bata karena banyaknya kandungan zat besi dan aluminium yang terdapat didalamnya.

Memilih Jenis Tanah Liat yang Tepat

Bahan baku untuk bata merah adalah tanah liat. Sebagai pengusaha pembuat batu bata, Anda perlu mengenal apa saja jenis tanah liat yang dapat digunakan untuk membuat material penyusun dinding tersebut.

Pada dasarnya, hampir semua jenis tanah liat dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata, kecuali tanah yang mengandung terlalu banyak pasir atau kapur.

Tanah liat yang terlalu banyak komposisi pasir atau kapur akan membuat batu bata mudah patah/pecah. Tanah liat yang kurang pasir atau kapur akan membuat bata jadi melengkung dan retak. Cara mengatasi tanah liat yang retak adalah menambahkan pasir/kapur dengan komposisi tepat.

Sedangkan untuk mengetahui tanah itu cocok untuk pembuatan batu bata, maka ada cara untuk mengujinya.

Cara Mencari Tanah Liat Yang Baik

Pabrik batu bata lazim membuat batu bata dari bahan tanah liat. Alasan pemilihan tanah liat sebagai bahan pembuatan batu bata adalah:

  • harganya murah
  • tersedia dalam jumlah banyak
  • pengolahannya mudah

Karakteristik dan ciri tanah liat yang baik untuk pembuatan batu bata adalah tidak ada retakan bata dan ketika dibakar akan berwarna merah. Ada 2 cara untuk mengetahui tanah liat yang baik untuk dibuat menjadi batu bata, yaitu:

Uji rekahan tanah liat

  1. Ambil sejumlah tanah
  2. Campur dengan air
  3. Aduk hingga rata
  4. Buang kerikil dan kotoran yang pada campuran
  5. Injak-injak tanah liat hingga lumat
  6. Setelah lumat, rendam tanah liat selama sehari semalam. Jangan sampai terkena panas matahari langsung.
  7. Cek hasil uji. Jika tanah tersebut tidak merekah, berarti tanah tersebut baik untuk bahan batu bata.

Uji pembakaran tanah liat

  1. Ambil sejumlah tanah liat
  2. Keringkan tanah liat
  3. Bakar
  4. Cek hasil uji pembakaran. Jika tanah berwarna merah menyala saat dibakar, maka tanah tersebut sangat baik untuk digunakan sebagai bahan baku pembuatan batu bata

Baca artikel kami tentang proses penyusunan bata mentah dan pembakaran batu bata hingga menjadi merah.

Cara Mengolah Tanah Liat untuk Bahan Batu Bata

Pemilihan & Pengolahan Tanah Liat di Pembuatan Batu Bata
Pengolahan tanah liat untuk pembuatan batu bata

Salah satu jenis tanah yang biasa dimanfaatkan sebagai bahan bangunan adalah tanah liat. Tanah tersebut paling baik dan sesuai untuk bahan baku batu bata, genting dan gerabah.

Sebelum tanah liat diolah sebagai bahan baku pembuatan batu bata, maka ada beberapa tahapan pengolahan yang perlu dilakukan. Caranya adalah:

  1. tanah liat dibuat menjadi gumpalan-gumpalan
  2. jemur gumpalan tanah tersebut hingga kering
  3. siapkan bak pengolahan tanah
  4. masukkan arang sekam padi secukupnya ke bagian dasar bak tersebut diberi .
  5. tanah liat kering dimasukan ke dalam bak pengolahan tanah
  6. Bak tersebut tidak memiliki ukuran yang baku, hanya saja sesuaikan dengan kebutuhan.
  7. isi bak pengolahan tanah dengan air hingga penuh. Diamkan selama 2 jam agar tanah terbasahi merata oleh air secara sempurna.
  8. Aduk tanah hingga merata dan injak-injak hingga menjadi halus.
  9. Saat mengaduk, ada baiknya dicampur dengan abu dapur (abu sisa pembakaran bata) atau arang sekam padi agar tanah tersebut semakin merekat.
  10. Setelah tanah benar-benar halus (lumat), tanah tersebut dibiarkan selama 12 jam agar tanah menjadi liat.
  11. Buang kotoran, kerikil dan sampah yang ada dalam tanah agar bata merah yang dihasilkan bagus teksturnya.

Jadi, agar tanah liat memiliki kualitas yang baik sebelum digunakan biasanya ditambah dengan abu sisa pembakaran kayu bakar. Abu tersebut berfungsi untuk merekatkan (perekat) kandungan dalam tanah liat.

Penjemuran batu bata pada musim kemarau (cuaca panas) akan lebih cepat bila dibandingkan pada musim hujan. Lama penjemuran batu bata di musim hujan bisa 2-3 kali lebih lama dibandingkan musim kemarau. Jadi, apa manfaat cuaca panas pada pembuatan batu bata makin jelas, yakni membuat proses penjemuran lebih cepat dan produktivitas pembuatan bata meningkat.

Setiap pembuat batu bata memiliki cara khusus untuk memilih dan mengolah tanah liat. Jawaban dari pertanyaan mengapa tanah liat yang sudah dicetak harus dikeringkan adalah untuk menurunkan kadar air sehingga ketika pembakaran panas dapat merata dan menjadi merah sempurna.

Bila anda memerlukan batu bata merah press atau bata ekspos, silakan hubungi kami sekarang. Dapatkan contoh gratis bata merah yang dikirimkan dari Garut.

Tags: cara membuat batu bata merah, jenis tanah untuk batu bata, pembuatan batu bata merah, jenis tanah untuk bata merah, cara membuat bata merah yang baik, jenis tanah untuk membuat batu bata, tanah untuk bata merah, cara memilih tanah liat yang baik, jenis tanah untuk pembuatan batu bata, tanah yang bagus buat batu bata

17 Comments

  1. Selamat malam pak..

    Saya keken. Dari pekanbaru riau.,saya ingin menanyakan apakah tanah yg mengandung bauksit itu cocok untuk pembuatan bata merah?..
    Mohon balasan nya ya pak..

    Sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk informasinya..

    Rgrds
    Kenz

    1. @Bapak Keken : Prinsipnya tanah untuk bata merah, tanah yang bagus ditanami tanaman palawija / subur dan gembur. Semoga Membantu

      Terima Kasih

  2. selamat siang pak
    saya wahyu saya mau menanyakan klo tanah yang sudah d bakar sesusi proses nya….
    trus hasil nya masih hitam ( tidak menjadi merah ) itu harus d gmanakan agar tanah yang sudah d cetak menjadi batu merah yang bagus??????????
    sebelum nya saya ucapkan terimakasih
    salam saya
    wahyu

  3. salam kenal pak…
    saya Rahman, dari Wakatobi (SULTRA). saya ingin menanyakan tentang proses pembakaran batu bata ini, jika diperkenankan sayta ingin minta video tutorialnya dan ada tidak mesin pembuat batu bata yang agak murah dikit pak……soalnya saya pikir dengan biaya ekspedisinya…
    makasih sebelumnya atas perhatian saya ucapkan terima kasih…..

  4. maaf pak. yang paling menentukan kekuatan batu bata itu apakah jenis tanahnya atau teknik pembakarannya? kalau keduanya merupakan faktor yang saling mendukung jadi mana yang lebih mempengaruhi kualitas batu bata tersebut??? Thanks

  5. Assalamu’alaikum.
    Met pagi pak. Mohon penjelasan, dilingkungan desa istri di Wonogiri jateng,adalah para pembuat batu bata yg dicetak scr manual shg bahan baku bukan tanah liat.
    Bagaimana cara mengolah tanah tsb agar bs mjdi tanah liat shg kami bs memakai mesin pres batu bata.

  6. selamat siang pak saya benhard, saya dari Papua Barat.. ijin saya baru mau memulai di bisnis ini.. ijin pak memberikan tips2 nya dan pembelajarannya kira nya bapak dapat berkenan.. terimakasih..

  7. Mohon maaf, jika dihitung kekuatannya antara bata merah dengan bata ringan kira2 kuat mana ya? apa kelebihan dan kekurangan dari bata merah dibanding bata ringan.

  8. Selamat pagi pak,
    Mengapa sewaktu akan dilakukan perendaman tanah liat dalam bak harus dimasukkan sekam padi terlebih dahulu . Gunanya untuk apa ?
    Bukankah sekam itu akan menjadi salah satu kotoran untuk pembuatan batu bata expose ?
    Mohon dengan sangat penjelasannya.
    Terima kasih banyak.
    Wassalam

    1. Gunanya arang sekam padi adalah untuk mengikat komponen tanah, menambah kekerasan bata, dan membantu proses pembakaran. Saat pembakaran, bata jadi lebih cepet matang karena berongga lewat sekam dan bata lebih ringan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *