Cara Pemasangan Batu Bata Merah yang Benar untuk Dinding

Cara Pemasangan Batu Bata Merah yang Benar untuk Dinding

Cara pemasangan batu bata merah yang benar untuk dinding, baik expose maupun pres, perlu dilakukan ahli tukang bangunan sehingga hasil pasangan bata terlihat unik dan menarik.

Ketika anda sudah bisa memilih batu bata yang bagus, maka langkah selanjutnya adalah mengetahui cara memasang batu bata yang baik.

Dalam proses pendirian bangunan, merenovasi rumah atau pemmbuatan tembok, pasang bata menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Pasalnya, kokoh tidaknya dinding rumah sangat dipengaruhi oleh teknik pemasangan bata.

Yuk simak ulasan batamerahgarut.com berikut ini.

Alat Bantu Pasang Batu Bata Merah

Alat Bantu Pasang Batu Bata Merah

Pastikan anda mempunyai semua bantu memasang batu bata yang dibutuhkan. Daftar alat bantu pemasangan batu bata adalah:

  • perlengakapan pengadukan
  • alat pasang
  • Benang tukang, paku dan waterpass. Alat tersebut diperlukan untuk pembuatan garis pandu dan pengecekan kelurusan dan ketegakan pasangan bata.
  • alat potong
  • alat penghantar material
  • scafolding. Untuk pemasangan bata pada posisi yang sudah tinggi, harus disediakan scafolding ataupun perancah kayu dipasang dalam kondisi kuat dan posisi yang tidak terlalu jauh dengan dinding yang dipasang.

Catatan penting saat menggunakan alat pemasang batu bata

  • Pastikan peralatan tersebut tersedia dalam jumlah yang cukup dengan kondisi baik.
  • Hindari pemasangan perancah yang bersingggungan langsung dengan dinding yang baru dipasang karena dikhawatirkan bisa membuat pasangan akan roboh / jatuh.

Bila anda memerlukan batu bata merah berkualitas, baik untuk bata expose atau plester, maka silakan hubungi produsen bata Garut, Alam Jaya.

Cara Memasang Bata Merah

Cara Pemasangan Batu Bata Merah yang Benar untuk Dinding

Agar pemasangan bata merah, bata ringan, bata ekspos tidak rubuh sebaiknya anda perhatikan cara memasang batu bata yang benar.

  1. Cek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan dan cek kondisi pondasi penempatan dinding apakah sudah kondisi baik.
  2. Kondisi pondasi/sloof harus bersih dan mempunyai alur pengikatan antara sloof ke pasangan bata. Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof harus dibersihkan supaya pengikatan dinding dengan sloof terikat dengan baik.
  3. Kolom harus dipastikan tersedia angkur untuk pengikatan ke dinding (biasanya angkur menggunakan besi 10 mm yang ditanamkan ke kolom sewaktu pengecoran dan muncul dengan panjang antara 15 – 20 cm).
  4. Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian lakukan pembuatan garis benang pada bagian dinding yang akan dipasangkan.
  5. Untuk garis lurus secara horizontal dilakukan pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata yang akan dipasang, dilakukan dengan penarikan benang dari ujung ke ujung dinding.
  6. Untuk ketegakan dibuat garis tegak lurus secara vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis vertical dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu dikedua ujung dinding yang akan dipasangkan .
  7. Jika benang horizontal pada pemasangan awal sudah terpasang, kemudian mulai memasang bata pada kedua ujung bagian dinding.
  8. Kemudian dilanjutkan mulai satu demi satu hingga tercapai sambungan dari ujung ke ujung.
  9. Lakukan pengecekan leveling di atas batu bata yang sudah terpasang dan pastikan semua pasangan bata semuanya dalam keadan rata. Jika sudah rata maka ini adalah menjadi panduan untuk memasang ke tingkat berikutnya.
  10. Harus dipastikan ketebalan mortar harus tetap sama dan demikian juga pengisian mortar antar bata harus sama.
  11. Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk mendapatkan kerataan dapat dilakukan dengan memukul ujung bata dengan pelan sampai bata tetap rata, pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi adukan masih dalam keadaan basah.
  12. Jika adukan/ mortar sudah kering maka mortar harus diambil dan diganti dengan adukan/mortar baru.
  13. Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang adukan/mortar ada yang berlebih atau sampai meleleh hingga keluar dari sisi pinggir pasangan. Jika itu terjadi, maka adukan berlebih harus segera di ratakan dengan menggunakan sendok semen supaya permukaan tetap rata. Jangan biarkan sempat mengering karena hal ini sangat mempengarui kerapian dan kerataan dinding saat pelaksanaan plesteran.
  14. Setelah mendapatkan beberapa tingkatan pasangan bata yang sudah dipasangkan yang telah terhubung dari ujung keujung bagian dinding ayng dipasangkan, anda kemudian harus menarik garis horizontal dari ujung ke ujung pada garis vertikal yang dibuat untuk mendapatkan ketegakan dinding.
  15. Pemasangan benang horizontal dapat dilakukan setiap 50 cm.
  16. Pastikan anda tetap memasangkan dalam 1 garis lurus sesuai denga benang yang dipasangkan sehingga didapatkan ketegakan dinding yang baik dan kondisi pasangan tetap rapi sampai posisi atas.

Teknik pemasangan batu bata terinspirasi dari tukang bangunan. Perbedaan pasangan 1 bata dan 1/2 bata yang dimaksud dengan dinding tembok 1/2 bata adalah tebal dinding tembok tersebut sama dengan panjang 1/2 bata. dinding tembok 1/2 bata ini terdiri dari 2 macam lapisan. lapisan 1 terdiri bata strek semuanya, sedangkan lapisan 2 diawali dan diakhiri dengan bata 1/2. fungsi dinding tembok 1/2 bata adalah sebagai tembok pembatas, atau pemisah, yaitu untuk membatasi atau memisahkan ruangan yang satu dengan yang lainya.

Tips Pemasangan Bata Merah

Cara Pemasangan batu bata untuk dinding rumah

Untuk mendapatkan hasil pasang bata ekspos atau pleseter yang maksimal, maka ada beberapa faktor yang harus diperhatikan saat pelaksanaan pekerjaan pemasangan bata. Berikut ini adalah tips pemasangan bata yang baik:

Cek Kualitas Batu Bata

Pastikan bata yang dipakai adalah bermutu baik. Ciri-ciri batu bata yang bagus dapat dilihat secara visual, yaitu:

  • berwarna merah atau coklat tua. Warna merah ini hasil dari pembakaran batu bata yang sempurna.
  • bata tidak cepat rapuh
  • permukaan bata tidak terlalu rapat karena akan menyulitkan penyerapan permukaan bata terhadap mortar sehingga ikatan akan kurang baik.
  • ukuran bata seragam. Batu bata kadang ditemukan dalam berbagai ukuran dan lebar yang tidak sama, baik panjang, lebar dan ketebalan.

Ukuran batu bata merah yang anda pilih harus diperhatikan. Jika anda mendapatkan bata merah dari supplier yang berbeda, maka bisa jadi mendapatkan dengan ukuran bata yang berbeda. Solusinya, lakukan pemisahan (sortir) yang seragam dan pemasangan dilakukan dengan bata sejenis sehingga hasil pasangan bata kelihatan rapi.

Cek daya serap batu bata

Sebelum batu bata dipasang, lakukan pengecekan daya serap air pada bata. Jika bata terlalu kering, maka lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit sehingga tercapai bata jenuh dengan air.

Perendaman bata ini dilakukan supaya tingkat penyerapan bata terhadap campuran adukan semen (mortar) tidak terlalu cepat. Pasalnya, proses pengeringan yang terlalu cepat dapat mengakibatkan kekuatan ikatan struktur dindingi menjadi tidak baik.

Jika bata dalam keadaan basah jangan terlalu dipaksakan untuk dipasang, tunggu permukaan bata agak kering. Permukaan yang terlalu basah mengakibatkan bata akan jenuh menyerap adukan mortar sehingga akan memungkinkan adukan akan meleleh dan air semen akan terbuang dari pasangan.

Jika bata terlalu kering maka akan menimbulkan penyerapan yang terlalu cepat, yang akan menimbulakn pengikatan tidak terlalu bagus.

Tumpuk bata dekat area pemasangan

Lakukan penumpukan material batu bata dekat area dinding yang dipasangi bata merah. Penumpukan material tidak boleh terlalu jauh dan tidak terlalu dekat karena akan menyulitkan pemasangan.

Batu bata harus ditumpuk beraturan supaya memudahkan pengambilan oleh tukang pasang.

Untuk pemotongan, harus disediakan satu orang khusus yang melakukan pemotongan

Gunakan pasir yang bagus

Pastikan adukan mortar menggunakan pasir yang baik dengan gradasi yang bagus. Pasir juga dianjurkan tidak banyak mengadung butiran batu dan juga tidak banyak mengandung lumpur.

Perhatikan komposisi adukan mortar

Pastikan pengadukan dilakukan dengan perbandingan campuran yang seimbang sesuai dengan yang disyaratkan. Biasanya campuran dengan perbandingan 1:3, 1:4 dan 1:5.

Pembuatan adukan harus diperhatikan secara benar. Jangan membuat adukan dalam volume terlalu banyak. Maksudnya, jumlahnya harus diseimbangkan antara volume adukan dengan volume pemasangan. Jika volume adukan terlalu banyak, dikhawatirkan adukan/ mortar cepat mengering sebelum dipasang.

Cara Merawat Dinding Batu Bata

  1. Jika pemasangan dinding sudah selesai sampai level yang diinginkan, maka pasangan harus dipelihara dari benturan atau pembebanan sampai kondisi ikatan sudah benar benar kering.
  2. Jika ada bekas adukan/ mortar dibawah pasangan yang menumpuk harus segera dibersihkan, jangan sampai mengering karena bisa menajdi pekerjaan tambahan saat pelaksanaan pemasangan lantai.
  3. Jika pemasangan baru selesai dilakukan, anda perlu juga membuat pengaman atau tanda supaya pasangan tersebut tidak disentuh atau di bentur oleh orang yang lewat.
Tags: cara pasang bata merah yg kuat, Pasng bata, Cara memasang bata, cara memasang bata ekspos, cara memasang nata yg benar, cara membuat tembok dari bata merah, cara pemasangan bata merah, carapasangbatubatamerah

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *